INTRA OPERATIVE NERVE MONITORING (IONM)
Hindari Komplikasi Pasca Operasi Skoliosis
Pembengkokan tulang belakang atau scoliosis selayaknya ditangani dengan serius. Apalagi jika kurva pembengkokan tulang belakangnya melebihi 40 derajat, penanganannya tidak bisa dilakukan hanya dengan terapi latihan atau penggunaan brace.
Satu-satunya cara penanganan scoliosis tersebut adalah dengan operasi. Tetapi kadang kala tidak semua pasien mau melakukannya. Mereka beralasan bahwa operasi tulang belakang beresiko tinggi. Kasus kelumpuhan , pendarahan dan kematian kadang kala terjadi pasca operasi.
Oleh karena itu, kendati operasi sangat membantu memperbaiki kondisi tulang belakang, banyak pasien masih ragu untuk melakukannya. Namun pada era 1990-an, secercah harapa muncul. Dengan dukungan teknologi canggih, sejak 10 tahun yang lalu komplikasi pasca operasi semakin kecil.
Penerapan teknologi itu pula yang dilakukan oleh RS. Internasional Bintaro dalam menangani pasien scoliosis, yaitu dengan menggunakan peralatan bernama Intra Operative Nerve Monitoring (IONM).
DR. dr. Luthfi Gatam, SpOT, (K-Spine) dari Tim Ramsay Spine Center RS. Internasional Bintaro mengatakan bahwa dengan IONM, komplikasi pasca operasi tulang belakang pada bagian bawah lumbal dapat dicegah, sehingga kasus kelumpuhan dan pendarahan sudah tidak ada lagi. Bahkan dengan IONM, operasi scoliosis berat hingga 130 derajat pun dapat dilaksanakan dengan baik dan aman. Tidak hanya itu, operasi daerah servikal yang sebelumnya sangat beresiko pun tidak lagi menjadi kendala besar.
Namun penggunaan alat canggih tersebut memerlukan dukungan tim ahli, yaitu dokter spesialis neurofisiologi.
Manfaat dari IONM sendiri sebenarnya adalah dapat menunjukkan fungsi saraf pasien pada saat dioperasi. IONM dapat menggambarkan fungsi saraf yang menghantarkan sinyal ke saraf pergerakan (motorik) pasien. Dalam proses operasi, melalui layar monitor, dokter akan melihat dengan jelas saraf tersebut, meskipun fungsi dalam saraf itu memiliki hantaran sinyal dalam hitungan detik. IONM dapat mendeteksi sinyal sensasi dari bagian bawah tubuh yang menuju otak.
Untuk mengetahui kerja sinyal yang yang menghantarkan ke otak, IONM dilengkapi beberapa kabel. Ujung-ujung kabel tersebut dilekatkan pada bagian tubuh pasien yang merupakan anggota gerak dari bagian tubuh hingga kaki.
Saat operasi scoliosis berlangsung, dokter akan membuka tulang belakang. Pada tulang belakang tersebut, terdapat jaringan saraf. Untuk memperbaiki kondisi tulang, team dokter akan memasukkan baut. Pemasukkan baut tersebut sangat beresiko mengganggu fungsi saraf pasien.
Dengan bantuan IONM, sebelum suatu benda menyentuh menyentuh bagian saraf yang berbahaya, monitor IONM akan memberikan warning, bahkan sebelum baut menempel pada bagian saraf.
Dengan dukungan IONM, dokter yang melakukan operasi tulang belakang tidak akan merasa khawatir, karena komplikasi pada pasien scoliosis dapat dieliminasi. Terlebih dalam dalam operasi, dokter ahli tulang belakang akan dibantu oleh dokter spesilalis neurofisiologi.









